Penambang Timah Liar Bajak Wisata Pantai Sungailiat
Penambang timah liar dikawasan Kepulauan Bangka Belitung kembali membuat risau warga masyarakat. Potensi Timah yang ada di Babel membuat para penambang berupaya mencari celah untuk mencari hasil tambang yang mempunyai nilai jual tinggi tersebut. Kini para penambang timah liar merambah kawasan wisata pantai di Sungailiat. Tak cukup mencari timah di bibir pantai, kapal isap produksi pun sudah bertengger di perairan kawasan wisata Sungailiat.
Jumlah kapal Penambang Timah Liar
Sejumlah 15 unit kapal penambang yang dinamakan kapal isap produksi atau KIP itu mengeruk pasir timah dilepas pantai sejumlah kawasan wisata sungailiat. Perairan daerah pantai Tanjung Pesona hingga ke Perairan Pantai Rebo terdapat 7 kapal penambang timah liar yang beroperasi. 8 unit kapal isap produksi (KIP) lainnya berada di kawasan lepas pantai Muara Air Kantung.
Penambang Timah Liar 0,5 mil dari bibir pantai
Kenyataan dilapangan ternyata berbeda dengan ketentuan kapal isap produksi yang menurut aturan hanya diperbolehkan menambang timah di atas dua mil dari laut. Hal itu jelas terlihat dari sejumlah kapal isap produksi penambang timah liar yang beraktifitas di bawah 1 mil dari laut. Perairan pantai Tikus serta perairan pantai Tanjung Pesona termasuk kesekian wilayah operasi dari kapal isap produksi para penambang timah liar.
Cerita tak kalah seru juga didapat dari seorang nelayan Tanjung Pesona, Firdaus. Firdaus mempunyai bukti foto yang menunjukkan jika siang, kapal isap produksi beroperasi di atas 1 mil dari laut. Namun jika malam KIP berpindah dan menambang timah hanya 0,5 mil dari bibir pantai. Firdaus mengetahui hal tersebut karena para nelayan memasang jaring jam 2 pagi jadi mereka tahu aktifitas kapal isap produksi penambang timah liar.
Keresahan warga masyarakat terutama para nelayan terkait dengan Penambang Timah Liar yang menggunakan kapal isap produksi memang beralasan. kapal isap yang menghasilkan limbah berupa pasir sudah membuat daratan atau gusung di tengah laut. Para nelayan yang sedang melaut tidak bisa melihat gusung tersebut jika air laut pasang juga pada malam hari. Inilah yang menyebabkan kapal nelayan sering terbalik karena menabrak daratan ditengah laut yang merupakan limbah kapal isap para penambang timah liar.
Aktifitas penambangan kapal isap oleh Penambang Timah Liar disesalkan oleh para nelayan juga karena jarak kapal yang dekat dengan daerah tangkapan ikan nelayan. dulu, sebelum penambangan kapal isap beroperasi, nelayan melaut dengan jarak 4 mil dari bibir pantai untuk mengakali musim paceklik ikan. Namun sekarang ikan sudah menjauh lebih ketengah laut karena terganggu aktifitas penambangan dari kapal penambang timah liar. Hal itu menyebabkan nelayan di kawasan wisata pantai Sungailiat tidak bisa berbuat banyak. Nelayan Kerap mengalah dan harus pergi melaut sejauh 2 kali lipat dari jarak penambangan untuk mendapatkan ikan.
Meskipun kawasan wisata tidak diperbolehkan untuk ditambang, tetapi kapal penambang malah beroperasi tak jauh dan terhitung hanya beberapa meter dari bibir pantai.
Pengawasan Penambang Timah Liar
Tindakan pengawasan dan pelarangan penambang timah liar memang sudah dilakukan oleh sejumlah anggota Shabara Polres Bangka. Mesin penyedot timah diangkat dari pantai dan anggota Shabara juga melakukan pengawasan memakai motor guna menertibkan para penambang timah liar.
Kawasan Wisata dipantai tikus dan dibibir pantai Rebo telah dihentikan Shabara, namun kapal penambang dan KIP tetap beroperasi saat anggota Sabhara mentertibkan penambang timah liar di bibir pantai. tourbangka.com: Penambang Timah Liar
Tour Bangka Island Popular Post
- permainan melukis pasir (80)
- giri sasana menumbing (72)
- daftar harga kayu gaharu (43)
- parai beach resort (38)
- sandra dewi bikini (32)
- harga timah hari ini (29)
- games melukis pasir (27)
- peta pulau bangka lengkap (20)
- peta wisata bangka (19)
- cara membuat pop up card lengkap (16)
- cara menghilangkan websearch di mozilla (16)
- cara membuat masjid dari kardus (15)
- pantai parai bangka (15)
- games melukis pantai (15)
- cara menghilangkan websearch (14)
Category: News Bangka









Comments (1)
Trackback URL | Comments RSS Feed
Sites That Link to this Post