Bangunan Kuno Kota Muntok

Bangka Tour | June 23, 2012 | 0 Comments

Sekarang bang Katur bagi-bagi cerita pelesiran saat mengunjungi bangunan kuno kota Muntok lainnya. Setelah kemaren udah pelesir ke Pantai Tanjung Kalian sambil naik bangkai kapal tua Van der Parra. Trus singgah sebentar juga ke Monumen Perang Dunia II pada tahun 1993 yang dibangun khusus untuk mengenang peristiwa kapal SS Vyner Brooke yang dibom dan tenggelam di laut Muntok. Nyempetin juga jeprat-pret mercusuar tua yang masuk cagar budaya Kabupaten Bangka Barat itu pake Sony Cyber-shot DSC-W55 jadul (biar punya kenangan. trus kalo sempet upload ke FB biar seantero dunia tau kalo Bang Katur udah pernah napakin Muntok dengan segala wisatanya, Narsis Mode: ON )

Kampung Ulu muntok1

Tidak berlebihan rasanya jika bang Katur menyebut Muntok sebagai kota sejarah. Muntok kota Timah yang menjadi tempat tujuan wisata kali ini memang dipenuhi dengan bangunan tua yang masih tegak berdiri.

Jika dilihat secara umum, membongkar kota Muntok yang terpilah-belah menjadi tiga kawasan kompleks yaitu Klaster China, Melayu dan Eropa merupakan kepuasan tersendiri karena itu berarti menapaki tempat yang mengukir perjalanan sejarah kota Muntok.

Klaster Kampung China
Klaster China selain berada ditengah kota, juga terletak di antara Kampung Tanjung dan Kampung teluk Rubia. Bangunan Kuno Kota Muntok di kawasan klaster China town ini terlihat dengan adanya keberadaan rumah, toko dan kios di pasar yang berarsitektur China serta vihara.

Klaster Kampung Melayu
Klaster Melayu masih terbelah lagi jadi tiga subklaster yaitu, Kampung Tanjung disebelah Barat, Kampung Teluk Rubia  dibagian Timur serta kampung Ulu dibagian sebelah Utara. Dari ketiga subklaster Melayu, pemukiman tertua kota Muntok itu terletak di Kampung Tanjung. Anda bisa melihat jajaran bangunan tua berwujud rumah panggung khas perumahan suku melayu di sana.

Klaster Kampung Eropa
Klaster Eropa berada di bagian sebelah Utara kedua klaster tersebut. Terletak di pusat kota serta jauh dari pantai. Klaster Eropa berada di bentang lahan paling tinggi diantara klaster lainnya. Antara klaster China dengan subklaster Kampung Tanjung dipisahkan oleh Sungai Muntok. Namun pada awal abad 20, aliran sungai tersebut dialihkan ke bagian tengah klaster China oleh pemerintah Hindia Belanda. Bangunan Kuno dikawasan kampung Eropa ini bearsitektur kolonial. Salah satu sisa bangunan tua kota Muntok adalah bekas kantor pusat perusahaan Timah yaitu Gedung BTW Kawilasi.

monumen proklamator Bung Karno dan Bung HattaSelain Bangunan Kuno Kota Muntok yang terlihat dari tiga kawasan klaster tersebut, masih ada Patung Soekarno Hatta. Ya,..monumen proklamator Bung Karno dan Bung Hatta yang diresmikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri pada tahun 2000 ini, Monumen yang berbentuk batu lonjong diatasnya terdapat seekor burung Garuda yang berkalung perisai lima sila sedang mengepakkan sayap. Monumen ini dibuat dari batu granit dengan tinggi 7 meter. Patung Bung Karno dan Bung Hatta yang berdiri gagah didepan batu lonjong dan garuda itu sedang menunjuk ke laut Sunda selat Bangka.

Monumen ini melengkapi nilai sejarah Bangunan Kuno Kota Muntok serta memperkaya keberadaan kota Muntok sebagai pusat perjuangan.

Tur kita selesai. penat… lelah dan capek tapi puas. Tunggu pelesir bang Katur selanjutnya ya..

Tour Bangka Island Popular Post

  1. permainan melukis pasir (81)
  2. giri sasana menumbing (72)
  3. daftar harga kayu gaharu (45)
  4. parai beach resort (38)
  5. sandra dewi bikini (32)
  6. harga timah hari ini (29)
  7. games melukis pasir (27)
  8. peta pulau bangka lengkap (20)
  9. peta wisata bangka (19)
  10. cara membuat masjid dari kardus (16)
  11. cara membuat pop up card lengkap (16)
  12. cara menghilangkan websearch di mozilla (16)
  13. pantai parai bangka (15)
  14. games melukis pantai (15)
  15. cara menghilangkan websearch (14)
Beberapa Dari Konten tour bangka baik berupa video, Artikel ataupun gambar terkadang bersumber dari media lain. Hak Cipta Seluruhnya adalah milik Media Tersebut. Mohon beritahukan kami disini jika kami keliru menentukan sumber pertamanya.

FacebookLinkedInPinterestDiggDeliciousRedditStumbleUponShare

Category: Budaya Bangka

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.